Pages

Wednesday, October 30, 2013

 PERINGATAN BULAN BAHASA

Bulan Oktober biasanya disebut juga bulan bahasa. Yang dimaksud tentu bahasa Indonesia. Sebab dibulan inilah Bahasa Indonesia pertama kali dikumandangkan sebagai bahasa nasional dan sekaligus bahasa pemersatu di Republik Indonesia.

Berbicara tentang bahasa Indonesia umumnya akan langsung tertuju pada sastra Indonesia. Padahal bahasa Indonesia ini tidak semata sastra saja. Ada banyak hal-hal yang berkenaan dengan bahasa ini. Salah satunya adalah semakin lunturnya kebanggaan berbahasa Indonesia, baik dalam percakapan sehari-hari, dalam menulis di media maupun dalam jurnalistik. Maka dari itu kita wajib melestarikan  bahasa dan sastra Indonesia.
Nah kali ini saya akan memposting peringatan Bulan Bahasa di SMA N 1 Belitang
Disekolah ini (tempat saya sekolah juga) dalam memperingati Bulan Bahasa diadakan beberapa perlombaan antar kelas, antara lain:

1.      Ranking 1
2.      Cipta Karya Baca Puisi
3.      MC
4.      Tutur Cerita Rakyat
5.      Pidato menirukan tokoh
6.      Melawak.
suasana saat perlombaan ranking 1, para peserta excited sedang menunjukkan jawaban mereka. 

 cipta dan karya puisi, jangan nervous ya depan juri :D

   




wah wah serasi itu mc nya ;;)


nah kalo yang ini lagi lomba tutur cerita rakyat, allout bingit sampe pake baju adat.. maklum this  is the grand final
pidato menirukan tokoh

Dan yang terakhir adalah lomba Lawak, cekidot:
Anak XI IPA 1 lagi latihan lawak tuh 



waiting waktu tampil, sabar yaw.. Cemungudh

Ada yang lewat nih




cantik ya itu kakak.. hihi

ini final lawak di Aula
seremseru

kelas yang ini ngelawaknya pake bahasa jawa yang inyong-inyong gitu loh
   
dan kebetulan puncak perlombaan bulan bahasa diadakan berbarengan dengan hari sumpah pemuda, ada hiburan kuda lumping.

kreatif-kreatif kan.. semoga dengan adanya peringatan bulan bahasa lebih meningkatkan semangat pemuda-pemudi dalam bahsa dan satra Indonesia. MERDEKA!!

Sunday, October 20, 2013

Kurikulum pendidikan 2013 dinilai aneh dan lucu



Merdeka.com - Ada hal ganjil sekaligus menggelikan saat koalisi tolak perubahan kurikulum 2013 membuka kurikulum inti dari Kementerian Pendidikan. Pasalnya ada kesan dipaksakan saat beberapa nilai bermasyarakat dimasukkan ke dalam ilmu pengetahuan alam.

"Kami menemukan kompetensi inti mengikat kompetensi dasar sehingga lucu-lucu, dikatakan membiasakan jujur, disiplin dan bertanggung jawab berkaitan dengan fungsi kuadrat. Memiliki ketangguhan diri dan konsisten menghadapi masalah kehidupan sebagai gambaran fungsi trigonometri. Itu pelajaran kelas 1 SMA," kata Retno Listyarti dari Federasi Serikat Guru di ICW, Jakarta (15/2)

Sebagai guru, Retno mengaku merasa kebingungan karena tak ada instruksi khusus. Apalagi sampai saat ini beberapa pedoman pendamping kurikulum belum juga ada.

"Apa ini yang dianggap kurikulum hebat? Tinggal 4 bulan lagi tapi barang enggak ada, tidak d dokumen kurikulum resmi. Tidak ada ketentuan kurikulum, belum ada pedoman bimbingan dan penilaian. Tampak dipaksakan untuk masuk dalam sistem ini. Kami sebagai guru bingung kalau kita mengajarkan model begini," lanjutnya.

Hal senada diungkapkan pemerhati pendidikan Romo Benny Susetyo. Menurutnya, ilmu alam tidak bisa disangkutpautkan seperti itu. Hal ini menunjukkan Kemendikbud memang sengaja memaksakan meski kurikulum 2013 tidak jelas.

"Ini dilakukan tergesa-gesa dan menunjukkan ketidaksiapan. Melebur IPA dan IPS itu memaksakan pluralisme ke dalam ilmu pengetahuan. Matematika tidak bisa dikaitkan dengan keindonesiaan, justru itu menjadi bingung dengan cara seperti ini. Perubahan kurikulum tidak jelas," tegasnya.

Diketahui, Juli nanti pemerintah tengah bersiap menerapkan Kurikulum 2013. Sebagai langkah awal SD kelas 1-4 kemudian akan diperluas dan dilakukan bertahap ke semua jenjang pendidikan.

Salah satu konten kurikulum yang diubah adalah menyisipkan ilmu pengetahuan satu ke ilmu pengetahuan lain. Selain itu untuk tingkatan SD ada pelajaran bersifat tematik integratif sehingga tidak ada lagi pelajaran IPA maupun IPS. Jika SD diperlakukan demikian, lain halnya SMA, mereka tidak lagi dibagi dalam jurusan IPA, IPS maupun bahasa tapi mereka dibebaskan memilih kelas layaknya mahasiswa perguruan tinggi.

sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/kurikulum-pendidikan-2013-dinilai-aneh-dan-lucu.html

KPAI Usulkan Ujian Nasional Dibuat Seperti TOEFL

Petugas mendistribusikan soal ujian nasional untuk sekolah dasar di aula SMAN 8 Bandung, Jawa Barat, (4/5). TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.COJakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengusulkan agar ujian nasional dibuat dengan sistem seperti Test of English as a Foreign Languange (TOEFL). Cara itu dinilai memberikan kesempatan bagi anak untuk memperbaiki kelemahan dalam pelajaran.

"Selama ini ujian nasional dilaksanakan tiga hari seolah menjadi penentu hidup mati siswa selama tiga tahun," ujar Ketua KPAI, Badriah Fayuni, di kantornya, Jakarta, Senin, 6 Mei 2013. Menurut dia, cara itu memaksakan siswa untuk memahami materi pelajaran yang belum tentu dikuasai.

Badriah menganggap, cara seperti tes TOEFL bisa dilakukan sesuai dengan perkembangan kemampuan siswa. Misalnya, ucap dia, seorang siswa yang sudah merasa mampu pada bab tertentu, maka bisa langsung mendaftar untuk ikut tes. "Setelah keluar hasilnya, dievaluasi kelemahannya pada bab apa saja," ucapnya.

Ia mengusulkan ujian tersebut dilakukan beberapa kali dalam setahun. Menurut KPAI, ujian yang dibuat bertahap juga bisa meringankan beban guru. "Kami pernah menerima keluhan dari sejumlah guru yang menangis karena terbebani dengan hasil ujian nasional. Kalau hasilnya jelek atau ada siswa yang tidak lulus, mereka khawatir sekolahnya tidak diminati lagi," ucap Badriah.

Badriah menjamin pelaksanaan ujian bertahap bisa mengurangi tingkat stres siswa. Siswa diharapkan bisa belajar sesuai dengan target. Jadi, persiapan benar-benar dilaksanakan untuk jangka panjang. Selain menuntut penghapusan ujian nasional, KPAI juga meminta peningkatan kualitas guru.

Sumber  :http://www.tempo.co/read/news/2013/05/06/173478269/KPAI-Usulkan-Ujian-Nasional-Dibuat-Seperti-TOEFL

Friday, October 4, 2013

Lihat Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dengan Finlandia ...

Inilah 12 Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dan Finlandia

1. Usia Pendidikan
Finlandia : Anak-anak baru bersekolah setelah mereka berusia 7 tahun.
Indonesia : ada playgroup, TK A, TK B, bahkan sebelum umur 3 tahun pun sudah ada yang ‘menyekolahkan’ anaknya, meskipun memang cuma satu jam dengan tujuan anaknya bersosialisasi. Masalahnya lagi, untuk masuk SD pun sekarang anak-anak DIHARUSKAN sudah bisa membaca. Ada tes masuknya. Jadi ingat percakapan ibu-ibu di commuter line yang curhat soal hal ini. Yang stres bukan cuma anaknya. Orang tuanya lebih lagi.

2. Pekerjaan Rumah (PR)
Finlandia : sebelum mencapai usia remaja, anak-anak ini jarang sekali diminta mengerjakan pekerjaan rumah DAN tidak pernah disuruh mengikuti ujian.
Indonesia : TK pun sekarang sudah punya pekerjaan rumah, meskipun cuma sekedar menebalkan garis dan menulis angka.

3. Tes Masuk Pendidikan
Finlandia : hanya ada satu tes yang wajib diikuti oleh pelajar, dan saat itu mereka berusia 16 tahun.
Indonesia : like I mentioned before, masuk SD pun ada tesnya. Terutama SD favorit.

4. Pembagian Kelas
Finlandia : sekolah tidak membedakan anak yang pintar dan kurang pintar. Seluruhnya ditempatkan di dalam ruang kelas yang sama.
Indonesia : ada beberapa sekolah yang memberlakukan pembagian kelas berdasarkan tingkat intelegensia anak. Contoh : peringkat 1-10 masuk ke kelas A, 11-20 kelas B, dst.

5. Kesenjangan Antar Murid
Finlandia : Kesenjangan antara murid terpintar dan murid paling tidak pintar di Finlandia adalah yang terkecil di dunia. Artinya, murid paling tidak pintar pun masih terhitung pintar.
Indonesia : kesenjangan begitu terlihat, banyak siswa pintar, yang kurang pun banyak.

6. Jam Mengajar Guru Pendidik
Finlandia : Setiap guru hanya menghabiskan waktu 4 jam sehari di kelas dan punya waktu 2 jam per minggu yang didedikasikan untuk ‘professional development’.
Indonesia : Para guru di Indonesia yang bisa mengajar mulai jam 7 pagi sampai jam 3 sore non stop. Imagine how tired they are

7. Jumlah Guru
Finlandia : Jumlah guru yang dimiliki oleh Finlandia sama dengan jumlah guru di New York, namun jumlah murid yang ditangani jauh lebih sedikit.
Indonesia : Jumlah guru dibandingkan murid sangat jauh, dalam 1 kelas biasa terdapat 35 murid, dan 1 guru.

8. Biaya Pendidikan
Finlandia : Seluruh sistem pendidikan didanai oleh negara. Gratis total.
Indonesia : meskipun sudah ada beberapa wilayah yang menetapkan pendidikan gratis, masih banyak pungutan2 yg harus dibayar siswa kepada sekolah, seperti uang Lab computer, Lab bahasa, dll.

9. Gelar Pendidik
Finlandia : Seluruh guru harus memiliki gelar Master/S2 yang didanai seluruhnya oleh pemerintah.
Indonesia : guru harus mencari biaya untuk melanjutkan pendidikan sendiri, tak ada bantuan pemerintah kepada semua guru.

10. Kurikulum
Finlandia : Kurikulum nasional hanya berlaku umum. Setiap guru (sepertinya) diberikan kebebasan mengembangkan metode pengajarannya.
Indonesia : Guru WAJIB mengikuti kurikulum dari pemerintah yang HAMPIR setiap 5 tahun berubah-ubah.

11. Lulusan Guru
Finlandia : Yang menjadi guru hanyalah yang merupakan 10 lulusan teratas di universitas.
Indonesia : Para lulusan terbaik berprofesi sebagai apa ya? Dokter, pengacara, direktur, investasi dan saham, pegawai Pajak?

12. Status Guru di Masyarakat
Finlandia : Status guru di masyarakat setara dengan status pengacara dan dokter. Katanya, kalau masuk ruang kelas di Finlandia, trus murid-muridnya ditanya, Siapa yang bercita-cita jadi guru? Seperempat nya akan mengangkat tangan.
Indonesia : Status guru (apalagi non-pns) masih sering diremehkan, dan dianggap pekerjaan yang kurang mencukupi kebutuhan hidup.

Itulah 12 Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dan Finlandia. Jadi ingat, pas SD dulu, pas disuruh nulis cita-cita, jawabannya: Guru. Tapi tambah lama kok jadi berubah Dokter Anak. Lama-lama, udah ga diisi tuh kolom.


Sumber :http://madiunkingdom.blogspot.com/2013/08/inilah-12-perbedaan-sistem-pendidikan-indonesia-dan-fi...

Manfaat Kuliah Bagi Anda dan Masa Depan

Dan sekali diterima, gelar sarjana selamanya, sebagai hasil dari pendidikan tinggi tidak dapat dihapus, rusak, atau meletakkan off. Diperkirakan oleh Biro Sensus Amerika Serikat bahwa pemegang gelar sarjana menghasilkan sekitar $ 2,1 juta selama 40 tahun hidupnya bekerja. Kebenaran drastis adalah bahwa graduator kuliah dapat berharap untuk mendapatkan hampir satu juta dolar lebih dari sekolah-berpendidikan tetangganya tidak. Ini peregangan yang cukup besar dan kesenjangan penting dari pendapatan seumur hidup meningkatkan permintaan, mendongkrak popularitas, dan konsolidasi iman yang teguh Amerika di nilai dan pentingnya pendidikan tinggi.
Menurut survei yang dilakukan untuk Chronicle of Higher Education bangsa Amerika terus memiliki keyakinan dalam nilai gelar sarjana, dengan lebih dari setengah dari responden mengatakan IIT sangat penting untuk success. Fakta bahwa pendidikan perguruan tinggi adalah bermanfaat secara finansial dan ekonomis bagi individu dan seluruh negeri bukan rahasia bagi siapa pun. Sebuah nilai ekonomi spesialis yang berkualitas dan kompeten adalah penting dan mencerminkan sebagai faktor berat, yang memiliki dampak yang besar pada pertumbuhan ekonomi yang pesat dari negara.

8 Manfaat Kuliah Bagi Anda Dan Masa Depan

8 Manfaat Kuliah Bagi Anda Dan Masa Depan
Manfaat Anda dapat menuai pendidikan tinggi
Namun, ada beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari mendapatkan gelar sarjana:
1. Pertama, gelar sarjana adalah jaminan Anda dari kemandirian finansial, stabilitas dan masa depan yang aman Anda dapat menikmati, memiliki profesi stabil dan yang dipersenjatai dengan satu set keterampilan praktis dan pengetahuan suara.
2. Dunia berubah terus-menerus, sehingga tidak ada yang tahu apa yang diharapkan besok. Oleh karena itu, kita harus siap untuk segalanya, memiliki tanah yang kokoh di bawah kaki kami. Pendidikan tinggi adalah tanah padat Anda, yang dapat menyediakan Anda dengan percaya diri untuk masa depan, dan kekebalan dari tetes ekonomis.
3. Pendidikan tinggi dapat memberikan Anda kesempatan untuk menguasai profesi dengan kesempatan kerja yang baik dan keterampilan, yang dalam permintaan. Setelah semua, pendidikan memungkinkan Anda untuk memiliki penghasilan tetap dan kotor.
4. Sebuah gelar sarjana memberi Anda kesempatan besar untuk menjadi master dari hidup Anda sendiri. Orang berpendidikan memiliki lebih banyak waktu luang dan kebebasan pilihan tidak hanya dalam hal peluang karier, tetapi juga dalam arti nilai-nilai moral dan spiritual.
5. Pendidikan tinggi dapat menyediakan Anda dengan kemungkinan untuk menjadi pemikir bebas, untuk melihat jelas dalam implikasi tersembunyi, untuk menganalisis, menggeneralisasi, dan membuat kesimpulan. Dalam kata, mengungkap esensi keberadaan dan membantu meningkatkan pemahaman tentang dunia.
6. Anda dapat mewujudkan mimpi yang paling dihargai dan berharga dari Anda, untuk menjadi pilot, memiliki rumah indah di tepi pantai, memiliki carÖ.Education mahal apik membuat impian Anda menjadi kenyataan.
7. Pendidikan tinggi memperluas basis pengetahuan Anda, mempertajam pemikiran kritis Anda, dan mengkonsolidasikan kepercayaan diri Anda.
8. pengalaman kuliah dapat menjadi hidup dan karir meningkatkan menegaskan. Kelas dan kursus yang mengekspos Anda kepada orang-orang yang beragam dan ideas.
Secara keseluruhan, itu hampir mustahil untuk menghitung semua peluang yang Anda bisa mendapatkan dengan gelar sarjana di tangan dan memperoleh pengetahuan dalam otak, meskipun Anda harus ingat satu hal hanya bahwa dunia pendidikan tinggi terbuka sebelum Anda tak terbatas dan serbaguna.
Pendidikan memberi Anda sesuatu yang canít diukur dalam bentuk uang yang dapat Anda peroleh. Tidak mungkin untuk menempatkan kekuasaan, kebebasan, dan kemerdekaan yang Anda miliki dididik pada pijakan yang sama dengan keuntungan materi yang Anda dapat menikmati. Anda canít membelinya dengan harga berapa pun, tetapi dapat dengan mudah mendapatkan dengan pendidikan tinggi.





sumber:http://dena-a--fst09.web.unair.ac.id

Thursday, October 3, 2013

posting pertama

Selamat Datang di blog Anggun
nama: Anggun Sella Safitri
Kelas: XI ipa 1
No absen: 04
Email: anggun.sella23@gmail.com