Pages

Wednesday, November 20, 2013

PAHLAWAN



Assalamu’alaikum wr.wb

Dalam postingan kali ini saya akan membahas mengenai ” Pahlawan”
pahlawan bisa disebut orang yang berjasa.
Saya akan berbagi informasi mengenai pahlawan di Desa saya, yup Desa Tanah Merah
Yaitu Beni Asgara




Lahir di Oku Timur, Belitang,Desa tanah merah 15 Mei 1986
Dia adalah salah satu pemuda yang berhasil memimpin masyarakatnya diusia yang cukup muda  *26th pemirsa ^_^
Sudah terbayang bukan siapa dia, dia adalah bapak kepala desa atau Pak lurah
Masih single loh hihi

Riwayat Pendidikan:
SDN 2 Tuguharum tahun 1997
 SLTP Xaverius 03 Belitang tahun 2000
 SMU  Shailendra Palembang tahun 2003
Dan meneruskan pendidikannya di  STIE TRISNA NEGARA lulus pada tahun2009
Putra dari bapak Ahmad Sajari dan Ibu Lahjiah ini cukup berhasil dalam kemimpinan nya, meski belum cukup lama bertugas sekitar 8 bulan.

Dalam kemimpinannya yang baru ini telah membawa nama Desa TanahMerah menjadi Desa  terbaik seOKUTimur dalam program pkk, Juara 1 lomba UPPK (Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga), juara 1 dalam lomba kebersihan tingkat kabupaten dan lanjut ke provinsi, mengadakan kegiatan pengenalan kuliner Tanahmerah melalui  bazar yang diadakan di Balai Desa beberapa bulan yang lalu.
Pak lurah satu ini kembali mengaktifkan kegiatan ibu-ibu PKK (Peningkatan kesejahteraan
Keluarga). Wah Goodjob ya.. 




Ok. sekian postingan kali ini

yuk monggo dicoment (*_^)



























Wednesday, October 30, 2013

 PERINGATAN BULAN BAHASA

Bulan Oktober biasanya disebut juga bulan bahasa. Yang dimaksud tentu bahasa Indonesia. Sebab dibulan inilah Bahasa Indonesia pertama kali dikumandangkan sebagai bahasa nasional dan sekaligus bahasa pemersatu di Republik Indonesia.

Berbicara tentang bahasa Indonesia umumnya akan langsung tertuju pada sastra Indonesia. Padahal bahasa Indonesia ini tidak semata sastra saja. Ada banyak hal-hal yang berkenaan dengan bahasa ini. Salah satunya adalah semakin lunturnya kebanggaan berbahasa Indonesia, baik dalam percakapan sehari-hari, dalam menulis di media maupun dalam jurnalistik. Maka dari itu kita wajib melestarikan  bahasa dan sastra Indonesia.
Nah kali ini saya akan memposting peringatan Bulan Bahasa di SMA N 1 Belitang
Disekolah ini (tempat saya sekolah juga) dalam memperingati Bulan Bahasa diadakan beberapa perlombaan antar kelas, antara lain:

1.      Ranking 1
2.      Cipta Karya Baca Puisi
3.      MC
4.      Tutur Cerita Rakyat
5.      Pidato menirukan tokoh
6.      Melawak.
suasana saat perlombaan ranking 1, para peserta excited sedang menunjukkan jawaban mereka. 

 cipta dan karya puisi, jangan nervous ya depan juri :D

   




wah wah serasi itu mc nya ;;)


nah kalo yang ini lagi lomba tutur cerita rakyat, allout bingit sampe pake baju adat.. maklum this  is the grand final
pidato menirukan tokoh

Dan yang terakhir adalah lomba Lawak, cekidot:
Anak XI IPA 1 lagi latihan lawak tuh 



waiting waktu tampil, sabar yaw.. Cemungudh

Ada yang lewat nih




cantik ya itu kakak.. hihi

ini final lawak di Aula
seremseru

kelas yang ini ngelawaknya pake bahasa jawa yang inyong-inyong gitu loh
   
dan kebetulan puncak perlombaan bulan bahasa diadakan berbarengan dengan hari sumpah pemuda, ada hiburan kuda lumping.

kreatif-kreatif kan.. semoga dengan adanya peringatan bulan bahasa lebih meningkatkan semangat pemuda-pemudi dalam bahsa dan satra Indonesia. MERDEKA!!

Sunday, October 20, 2013

Kurikulum pendidikan 2013 dinilai aneh dan lucu



Merdeka.com - Ada hal ganjil sekaligus menggelikan saat koalisi tolak perubahan kurikulum 2013 membuka kurikulum inti dari Kementerian Pendidikan. Pasalnya ada kesan dipaksakan saat beberapa nilai bermasyarakat dimasukkan ke dalam ilmu pengetahuan alam.

"Kami menemukan kompetensi inti mengikat kompetensi dasar sehingga lucu-lucu, dikatakan membiasakan jujur, disiplin dan bertanggung jawab berkaitan dengan fungsi kuadrat. Memiliki ketangguhan diri dan konsisten menghadapi masalah kehidupan sebagai gambaran fungsi trigonometri. Itu pelajaran kelas 1 SMA," kata Retno Listyarti dari Federasi Serikat Guru di ICW, Jakarta (15/2)

Sebagai guru, Retno mengaku merasa kebingungan karena tak ada instruksi khusus. Apalagi sampai saat ini beberapa pedoman pendamping kurikulum belum juga ada.

"Apa ini yang dianggap kurikulum hebat? Tinggal 4 bulan lagi tapi barang enggak ada, tidak d dokumen kurikulum resmi. Tidak ada ketentuan kurikulum, belum ada pedoman bimbingan dan penilaian. Tampak dipaksakan untuk masuk dalam sistem ini. Kami sebagai guru bingung kalau kita mengajarkan model begini," lanjutnya.

Hal senada diungkapkan pemerhati pendidikan Romo Benny Susetyo. Menurutnya, ilmu alam tidak bisa disangkutpautkan seperti itu. Hal ini menunjukkan Kemendikbud memang sengaja memaksakan meski kurikulum 2013 tidak jelas.

"Ini dilakukan tergesa-gesa dan menunjukkan ketidaksiapan. Melebur IPA dan IPS itu memaksakan pluralisme ke dalam ilmu pengetahuan. Matematika tidak bisa dikaitkan dengan keindonesiaan, justru itu menjadi bingung dengan cara seperti ini. Perubahan kurikulum tidak jelas," tegasnya.

Diketahui, Juli nanti pemerintah tengah bersiap menerapkan Kurikulum 2013. Sebagai langkah awal SD kelas 1-4 kemudian akan diperluas dan dilakukan bertahap ke semua jenjang pendidikan.

Salah satu konten kurikulum yang diubah adalah menyisipkan ilmu pengetahuan satu ke ilmu pengetahuan lain. Selain itu untuk tingkatan SD ada pelajaran bersifat tematik integratif sehingga tidak ada lagi pelajaran IPA maupun IPS. Jika SD diperlakukan demikian, lain halnya SMA, mereka tidak lagi dibagi dalam jurusan IPA, IPS maupun bahasa tapi mereka dibebaskan memilih kelas layaknya mahasiswa perguruan tinggi.

sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/kurikulum-pendidikan-2013-dinilai-aneh-dan-lucu.html

KPAI Usulkan Ujian Nasional Dibuat Seperti TOEFL

Petugas mendistribusikan soal ujian nasional untuk sekolah dasar di aula SMAN 8 Bandung, Jawa Barat, (4/5). TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.COJakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengusulkan agar ujian nasional dibuat dengan sistem seperti Test of English as a Foreign Languange (TOEFL). Cara itu dinilai memberikan kesempatan bagi anak untuk memperbaiki kelemahan dalam pelajaran.

"Selama ini ujian nasional dilaksanakan tiga hari seolah menjadi penentu hidup mati siswa selama tiga tahun," ujar Ketua KPAI, Badriah Fayuni, di kantornya, Jakarta, Senin, 6 Mei 2013. Menurut dia, cara itu memaksakan siswa untuk memahami materi pelajaran yang belum tentu dikuasai.

Badriah menganggap, cara seperti tes TOEFL bisa dilakukan sesuai dengan perkembangan kemampuan siswa. Misalnya, ucap dia, seorang siswa yang sudah merasa mampu pada bab tertentu, maka bisa langsung mendaftar untuk ikut tes. "Setelah keluar hasilnya, dievaluasi kelemahannya pada bab apa saja," ucapnya.

Ia mengusulkan ujian tersebut dilakukan beberapa kali dalam setahun. Menurut KPAI, ujian yang dibuat bertahap juga bisa meringankan beban guru. "Kami pernah menerima keluhan dari sejumlah guru yang menangis karena terbebani dengan hasil ujian nasional. Kalau hasilnya jelek atau ada siswa yang tidak lulus, mereka khawatir sekolahnya tidak diminati lagi," ucap Badriah.

Badriah menjamin pelaksanaan ujian bertahap bisa mengurangi tingkat stres siswa. Siswa diharapkan bisa belajar sesuai dengan target. Jadi, persiapan benar-benar dilaksanakan untuk jangka panjang. Selain menuntut penghapusan ujian nasional, KPAI juga meminta peningkatan kualitas guru.

Sumber  :http://www.tempo.co/read/news/2013/05/06/173478269/KPAI-Usulkan-Ujian-Nasional-Dibuat-Seperti-TOEFL

Friday, October 4, 2013

Lihat Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dengan Finlandia ...

Inilah 12 Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dan Finlandia

1. Usia Pendidikan
Finlandia : Anak-anak baru bersekolah setelah mereka berusia 7 tahun.
Indonesia : ada playgroup, TK A, TK B, bahkan sebelum umur 3 tahun pun sudah ada yang ‘menyekolahkan’ anaknya, meskipun memang cuma satu jam dengan tujuan anaknya bersosialisasi. Masalahnya lagi, untuk masuk SD pun sekarang anak-anak DIHARUSKAN sudah bisa membaca. Ada tes masuknya. Jadi ingat percakapan ibu-ibu di commuter line yang curhat soal hal ini. Yang stres bukan cuma anaknya. Orang tuanya lebih lagi.

2. Pekerjaan Rumah (PR)
Finlandia : sebelum mencapai usia remaja, anak-anak ini jarang sekali diminta mengerjakan pekerjaan rumah DAN tidak pernah disuruh mengikuti ujian.
Indonesia : TK pun sekarang sudah punya pekerjaan rumah, meskipun cuma sekedar menebalkan garis dan menulis angka.

3. Tes Masuk Pendidikan
Finlandia : hanya ada satu tes yang wajib diikuti oleh pelajar, dan saat itu mereka berusia 16 tahun.
Indonesia : like I mentioned before, masuk SD pun ada tesnya. Terutama SD favorit.

4. Pembagian Kelas
Finlandia : sekolah tidak membedakan anak yang pintar dan kurang pintar. Seluruhnya ditempatkan di dalam ruang kelas yang sama.
Indonesia : ada beberapa sekolah yang memberlakukan pembagian kelas berdasarkan tingkat intelegensia anak. Contoh : peringkat 1-10 masuk ke kelas A, 11-20 kelas B, dst.

5. Kesenjangan Antar Murid
Finlandia : Kesenjangan antara murid terpintar dan murid paling tidak pintar di Finlandia adalah yang terkecil di dunia. Artinya, murid paling tidak pintar pun masih terhitung pintar.
Indonesia : kesenjangan begitu terlihat, banyak siswa pintar, yang kurang pun banyak.

6. Jam Mengajar Guru Pendidik
Finlandia : Setiap guru hanya menghabiskan waktu 4 jam sehari di kelas dan punya waktu 2 jam per minggu yang didedikasikan untuk ‘professional development’.
Indonesia : Para guru di Indonesia yang bisa mengajar mulai jam 7 pagi sampai jam 3 sore non stop. Imagine how tired they are

7. Jumlah Guru
Finlandia : Jumlah guru yang dimiliki oleh Finlandia sama dengan jumlah guru di New York, namun jumlah murid yang ditangani jauh lebih sedikit.
Indonesia : Jumlah guru dibandingkan murid sangat jauh, dalam 1 kelas biasa terdapat 35 murid, dan 1 guru.

8. Biaya Pendidikan
Finlandia : Seluruh sistem pendidikan didanai oleh negara. Gratis total.
Indonesia : meskipun sudah ada beberapa wilayah yang menetapkan pendidikan gratis, masih banyak pungutan2 yg harus dibayar siswa kepada sekolah, seperti uang Lab computer, Lab bahasa, dll.

9. Gelar Pendidik
Finlandia : Seluruh guru harus memiliki gelar Master/S2 yang didanai seluruhnya oleh pemerintah.
Indonesia : guru harus mencari biaya untuk melanjutkan pendidikan sendiri, tak ada bantuan pemerintah kepada semua guru.

10. Kurikulum
Finlandia : Kurikulum nasional hanya berlaku umum. Setiap guru (sepertinya) diberikan kebebasan mengembangkan metode pengajarannya.
Indonesia : Guru WAJIB mengikuti kurikulum dari pemerintah yang HAMPIR setiap 5 tahun berubah-ubah.

11. Lulusan Guru
Finlandia : Yang menjadi guru hanyalah yang merupakan 10 lulusan teratas di universitas.
Indonesia : Para lulusan terbaik berprofesi sebagai apa ya? Dokter, pengacara, direktur, investasi dan saham, pegawai Pajak?

12. Status Guru di Masyarakat
Finlandia : Status guru di masyarakat setara dengan status pengacara dan dokter. Katanya, kalau masuk ruang kelas di Finlandia, trus murid-muridnya ditanya, Siapa yang bercita-cita jadi guru? Seperempat nya akan mengangkat tangan.
Indonesia : Status guru (apalagi non-pns) masih sering diremehkan, dan dianggap pekerjaan yang kurang mencukupi kebutuhan hidup.

Itulah 12 Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dan Finlandia. Jadi ingat, pas SD dulu, pas disuruh nulis cita-cita, jawabannya: Guru. Tapi tambah lama kok jadi berubah Dokter Anak. Lama-lama, udah ga diisi tuh kolom.


Sumber :http://madiunkingdom.blogspot.com/2013/08/inilah-12-perbedaan-sistem-pendidikan-indonesia-dan-fi...